Sukses Diukur Dari Keinginan Diri Sendiri (02)

Apa Itu Sukses?

Semua orang ingin sukses. Ada orang yang ingin menjadi pengusaha sukses. Ada orang yang ingin menjadi penyanyi sukses. Ada orang yang ingin menjadi blogger sukses…dan seterusnya. Namun, apa itu sukses?
Jika pertanyaan tersebut Anda ajukan kepada beberapa orang teman Anda, mungkin Anda mendapat beragam jawaban karena ukuran kesuksesan mereka berbeda-beda.
Meskipun demikian, apa pun ukurannya, sukses adalah mencapai apa yang diinginkan. Sebagai contoh, jika Anda bercita-cita menjadi dokter lalu Anda kuliah di fakultas kedokteran dan lulus menjadi dokter, maka Anda telah sukses.

Ukuran Kesuksesan

Seperti telah saya sebutkan sebelumnya, ukuran kesuksesan itu beragam. Empat di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Harta – Kesuksesan diukur dengan harta atau kekayaan. Seorang dikatakan sukses jika ia kaya (uang banyak, mobil mewah, pesawat jet pribadi, rumah mentereng, dan sebagainya). Di sadari atau tidak, kita menggunakan ukuran ini juga untuk mengetahui seberapa sukses kita. Tak heran, kita berusaha keras mengumpulkan banyak harta agar dilihat sebagai orang sukses.
2. Popularitas – Kesuksesan bisa juga diukur dengan popularitas (kepopuleran). Orang dikatakan sukses jika dikenal dan disukai orang banyak. Tak heran, banyak orang mengikuti audisi pencarian bakat sebagai “jalan tol” menuju kesuksesan. Bila sudah sukses, kebiasaan tidur mereka pun memiliki nilai berita (contohnya 5 orang sukses ini).

  • 1. Membaca buku

Bill Gates merupakan salah satu miliarder yang kecanduan membaca buku. Setiap malam sebelum tidur, dia selalu meluangkan waktu selama satu jam untuk membaca buku dengan berbagai topik mulai dari politik hingga peristiwa.
Selain demi menambah pengetahuan, membaca juga dapat mengurangi stres dan meningkatkan kemampuan mengingat. Studi University Essex menemukan, membaca enam menit per hari dapat mengurangi tingkat stres hingga 68 persen.
Membaca buku di malam hari juga dapat meningkatkan kesehatan otak Anda dalam wajtu panjang.
  • 2. Mematikan semua gadget

Setiap malam sebelum tidur, Arianna Huffington selalu meletakkan telepon seluler (ponsel) miliknya di ruangan lain. Itu agar tidurnya tidak terganggu.
Penelitian Charles Czeisler dari Harvard University menunkukkan adanya gangguan pada ritme tidur seseorang yang dipantulkan dari layar ponsel. Itu dapat membuat tubuh merasa tidak lelah bahkan pada saat sedang memerlukan istirahat.
  • 3. Jalan-jalan

CEO Buffer Joel Gascoigne selalu berjalan-jalan sebentar sebelum tidur. Dia berjalan-jalan demi menenangkan pikirannya dari pekerjaan.
Perlahan, kegiatan sederhana itu dapat membantu melepas lelah dan stres setelah menjalani kesibukan karir seharian. Selain itu, sebuah studi juga membuktikan, berjalan dapat meningkatkan kreativitas Anda.
  • 4. Meditasi

Terdapat sejumlah waktu di mana beberapa orang super sukses seperti Oprah Winfrey merasa sangat tertekan dengan seluruh kesibukannya. Sesi meditasi dapat memberikan keheningan yang membantu Anda melepas seluruh kelelahan usai bekerja.
Meditasi juga telah terbukti dapat mengurangi stres, perasaan cemas berlebihan, dan depresi. Jadi silahkan coba untuk melakukan meditasi sebelum tidur.
  • 5. Menyusun rencana kegiatan esok hari

CEO American Express Kenneth Chenault selalu berusaha mengelola waktu dan kegiatannya baik-baik. Jadi dia mengakhiri seluruh kesibukan di kantor dengan membuat agenda kegiatan.
Sebelum tidur, dia menuliskan tiga hal yang ingin dilakukan keesekon harinya. Para peneliti mengatakan, kebiasaan menyusun agenda kegiatan dapat membantu masyarakat membangun karirnya dalam jangka panjang.
Kemampuan mengelola waktu juga saat ini merupakan salah satu kunci untuk mencapai kesuksesan. (Sis/Nrm)

3. Takhta – Orang bisa juga dikatakan sukses jika ia memiliki takhta (jabatan) misalnya menjadi gubernur, menteri, presiden, direktur, dan sebagainya. Tak mengherankan banyak orang yang berjuang mati-matian mengejar takhta meskipun mereka sudah kaya dan populer.
4. Dampak positif – Kesuksesan bisa diukur juga dengan dampak positif (pengaruh kuat yang mendatangkan akibat yang positif). Orang dikatakan sukses jika ia dan atau karyanya mendatangkan dampak positif bagi banyak orang. Salah satu contohnya adalah Larry Page dan Sergei Brin. Mereka membuat Google sehingga sekarang kita bisa mencari informasi yang kita inginkan secara mudah dan cepat. Contoh lain adalah Steve Jobs (pencipta gadget Apple), Bill Gates (pendiri Microsoft), dan Mark Zuckerberg (pendiri Facebook).
Dari empat ukuran kesuksesan di atas, saya condong memilih ukuran yang keempat. Mengapa? Ini karena ukuran keempat akan memicu ukuran kesuksesan nomor satu, dua, dan tiga.
Sebaliknya, ukuran kesuksesan nomor satu, dua, dan tiga belum tentu memicu ukuran kesuksesan nomor empat. Sebagai contoh, seorang bandar narkoba kelas kakap memiliki banyak harta dari bisnis narkobanya. Apakah ia memberikan dampak positif bagi orang banyak? Tidak! Alih-alih, dia merusak dan bahkan membunuh banyak orang.
Anda memilih ukuran kesuksesan yang mana? Silakan menginformasikannya pada bagian komentar.
SALAM 10 JARI
LihatTutupKomentar